Fly to Hong Kong and China with My Final Project - Part II
Tatse Hao! Hallo Semuanya!
Postingan ini udah kelamaan mangkrak di draft. Maaf hehe.
Postingan ini adalah lanjutan tulisan gue sebelumnya di postingan
"Fly to Hong Kong and China with My Final Project - Part I".
Okay, jadi buat kalian yang pengen tau keseruan gue selama ikut FCS 2018 mulai dari yang menyentuh, mengesankan, memalukan, sampai gatau lagi nyebutnya apa haha keep on reading! Enjoy :)
Thu, August 2nd, 2018 - DAY 0 : Get Lost in Hong Kong Prior Program


Fri, August 3rd, 2018 - DAY 1 : Opening Ceremony, Panel Session I, WorkShop Session 1, High-Table Dinner
Mari kita mulai acara yang sesungguhnya. Hari pertama ini bikin eager banget sih buat bangun pagi-pagi ketemu delegates dan banyak speaker keren. Gue gak pernah merasa se-meriah itu disambut ketika ikut conference/competition di luar negeri. Sampe 2 kali gitu loh dalam sehari. Di awal waktu Opening Ceremony dan terakhir penyambutan di St. John's College - Hong Kong University.
Panel Session itu semacem mini-class di mana kita dibagi ke dalam 5 kelas dan randomly ditaro di panel class yang mana. Gue ada di Panel 1 yang di situ gue banyak dapet ilmu tentang city design dan city development. Ada beberapa speaker yang berprofesi sebagai arsitek di Singapore dan DPRK. Nah, the gentleman posing in my next photo is Sir Nicholas Brooke. Beliau adalah seorang Urban Analyst di Urban Lab Hong Kong. Pagi-pagi kita dikasih menu sarapan "kuliah" nya beliau tentang MegaCity. Pasti di bayangan kalian, MegaCity itu kayak kota super modern dan futuristik gitu, ya? Even gue yang anak arsi waktu itu juga masih abu-abu banget sama konsep MegaCity yang ditawarkan city designers masa kini. Waktu ada Q&A Session, vgue manfaatkan kesempatan itu untuk bertanya.
Berkaca dari wajah kota "modern" saat ini semua terlihat serba convenient dengan segala kecanggihan teknologinya. Apakah memang image kota seperti itu yang disebut MegaCity atau "the ideal city"? Padahal, setiap kota kan punya ciri khas nya masing-masing. Lalu seberapa penting sih identitas suatu kota itu harus dipertahankan?
Berkaca dari wajah kota "modern" saat ini semua terlihat serba convenient dengan segala kecanggihan teknologinya. Apakah memang image kota seperti itu yang disebut MegaCity atau "the ideal city"? Padahal, setiap kota kan punya ciri khas nya masing-masing. Lalu seberapa penting sih identitas suatu kota itu harus dipertahankan?
Eventually, I will remember his answer for the rest of my life. He said:
Bintang, please always remember and value the history of your city. Cause that's what makes a megacity even greater. Please refer to our websites. If you're stuck with the info you need, please contact me. Here's the card. Good luck for your future!My Hogwarts School in Hong Kong - St. John's College, HKU High-Table Dinner
Judulnya mah "High Table Dinner". Biar kayak orang2 yang highly educated-well mannered gitu kan. Tapi kalo udah kumpul WNI mah error lagi manner nya. Segala kosakata tidak senonoh keluar kan orang yang laen pada ngerti juga kan hehehe.
By the way, berasa wisudaan Hogwarts Hong Kong version tapi rompi nya ijo bukan item haha. Jadi sebenernya High-Table Dinner itu memang budaya di dunia pendidikan Hong Kong. Setiap mereka menerima pelajar baru baik asing maupun lokal, akan disambut secara formal dengan ceremony ini.
Sat, August 4th, 2018 - DAY 2 : City Design Jam Brief, Panel Session II, Workshop Session II, Heading to Guangzhou, China
Workshop nya Mr. Zhao (Harvard Graduate School of Design- Master of Architecture in Urban Planning) tentang "Learning and Cross-Sectoral Thinking Model in City Expansion". Membuka wawasan banget sih tentang "Smart Cities" itu apa. Mengutip perkataan beliau "A Smart City had to had good environment and technology. Not just attractive, but have a good physical public space for people interactions."
Sun, August 5th, 2018 - DAY 3 : City Design Jam Activities at Guangzhou
Tidak seperti judul acaranya, DAY 3 adalah hari terberat sepanjang acara ini berlangsung. Sebelumnya kita bisa cuma melakukan diskusi informal bareng grup, exchange data via email or even WeChat App (satu2 nya app yang ga pake ngadat di Cina). Kita boleh bekerja di mana aja. Mau di hotel atau cari nearby cafe yang cozy buat nongkrong. Deadline awal submission adalah besok sore (6/8) tapi kemudian karena di mana di Cina internet nya rada ngajak berantem akibat VPN code requirement jadi semua peserta mengajukan keringanan ke panitia. Akhirnya deadline diundur lusa pagi (7/8) 8.00 sharp!
Kegiatan ini benar-benar menggambarkan ups and downs FGD (Forum Group Discussion) dengan teman-teman berbeda background study, kewarganegaraan, etc. Secara ga langsung ini mengasah softskill leadership gue juga. Bayangin aja banyak kepala, semua mau jalan pake ide nya masing2. Akhirnya gue alternate dengan bantu bikin jobdesk yang jelas per individu dan gue sebagai editor keseluruhan hasil merged work group gue. Tiap individu tetap punya kebebasan menuangkan ide di tiap part individual works yang sudah disepakati dalam grup sebelumnya.
Kegiatan ini benar-benar menggambarkan ups and downs FGD (Forum Group Discussion) dengan teman-teman berbeda background study, kewarganegaraan, etc. Secara ga langsung ini mengasah softskill leadership gue juga. Bayangin aja banyak kepala, semua mau jalan pake ide nya masing2. Akhirnya gue alternate dengan bantu bikin jobdesk yang jelas per individu dan gue sebagai editor keseluruhan hasil merged work group gue. Tiap individu tetap punya kebebasan menuangkan ide di tiap part individual works yang sudah disepakati dalam grup sebelumnya.
Mon, August 6th, 2018 - DAY 4 : Guangzhou City Tour, Heading to Foshan, China

Kegiatan hari ini refreshing to the fulleeeeessst!! Walaupun belom lega karena abis jalan-jalan bakal tetep ada Submission Deadline besoknya. Tapi refreshing bentar gak ada salahnya kan, ya? Kita diajak main ke kampung halamannya Uncle Bruce Lee di Yong Qing Fang.

Tue, August 7th, 2018 - DAY 5 : Special Emerging Economic Dialog (SEED), Foshan City Tour, Heading back to Guangzhou, Cokctail Reception and Ceremony of Establishment of Future City Network
Setelah berhasil submit deadline tepat waktu which was a HUGE relief - gue lanjut ikut acara ke Foshan. Untuk SEED sendiri sebenernya agak kurang relevan sama kebidangan gue di arsitektur but still good. Di situ ada semacam interactive talkshow yang bahas tentang Startups. Memang inti acara ini bukan cuma city design tapi juga startups. Bisa gue bilang, acara ini summary bagi generasi millenials to Z masa kini.
Well, in the end gue berfikir kalau kita mau punya penghasilan yang sustainable memang gak bisa ngandelin cuma jadi karyawan aja kan. Harus punya usaha sendiri. Di mana kita sebagai founder punya kontrol penuh atas visi misi dan operasional usaha yang kita bangun. Banyak developing countries yang anak-anak muda nya gencar banget bikin startups. Bahkan seorang teman dari Palestina yang satu grup sama gue ga nyangka aja selow2 gitu startups nya ada dua (just wow!). Terlebih dia cewek pula. (okay, another wow).
Cuma nih, walaupun banyak banget pelajaran keren yang bisa gue dapet hari ini, gue tetep ga luput dari musibah yang menghantarkan gue kehilangan 200 yuan for a taxi ride. Keseeeeel pake bangeeeeet! Gue pake acara ketinggalan bis karena gue harus setrika darurat rok dan kebaya gue pake hairdryer hotel. Cultural Night ini memang acara opsional. Tapi masa gue melewatkan networking session macem gini? Terlebih semua peserta bakal pake traditional/national clothes dari negara mereka masing-masing.
Entah apa yang gue pikirin saat itu. Kenapa gue nekat banget tetep berangkat sendiri di kota yang gue ga hapal jalannya, bahkan ga bisa bahasanya sama sekali. Here we go, Bintang the Explorer! Padahal udah lebih dari 3 taksi yang gamau nge pick gue. Gatau alasannya apa. Awalnya gue kira karena gatau alamatnya. Tapi, ternyata MACET TOTAL! Sebelum naik, gue ditawarin biaya 50 yuan sekali jalan. Gue iyain aja dah. Mulai macet, di minta 100 yuan. Gue kira udah, eh macet total dia minta 100 yuan lagi. Gue dah belibet pake kalkulator hp pas itu. Gue tawar 70 gamau. 80 gamau juga. Akhirnya, pas gue liat tempatnya ga jauh lagi, sekitar 50 meter an (lumayan sih di tengah gerimis dengan baju kebaya, ya). Gue bayar 100 yuan dan pergi. Daripada gue ga selamet. Berasa di peras abis sama supir taksi Guangzhou. Untungnya acaranya lumayan seru dan makanannya enak-enak.

Well, in the end gue berfikir kalau kita mau punya penghasilan yang sustainable memang gak bisa ngandelin cuma jadi karyawan aja kan. Harus punya usaha sendiri. Di mana kita sebagai founder punya kontrol penuh atas visi misi dan operasional usaha yang kita bangun. Banyak developing countries yang anak-anak muda nya gencar banget bikin startups. Bahkan seorang teman dari Palestina yang satu grup sama gue ga nyangka aja selow2 gitu startups nya ada dua (just wow!). Terlebih dia cewek pula. (okay, another wow).


Wed, August 8th, 2018 - DAY 6 : City Design Jam Roadshow (Pitching Deck and Awarding Session), Closing Ceremony and Farewell Party

Alhamdulillah, after a long day, Group 3 Won:
1. Judge's Choice Award
2. 3rd Winner of Metro-Hackathon City Design Jam - Future City Summit 2018
-------------------------------------------Exploring Guangzhou Before Departure---------------------------
Thanks to temen-temen AISEC nya Pipit yang udah bawa kita muter-muter mulai dari di IKEA sampe grocery shopping buat oleh-oleh hehehehe. Asli saking capeknya, gue sama Pipit sampe ketiduran di kasurnya IKEA. Literally fallen asleep for an hour lol!

No comments:
Holla! Thanks for reading my post. Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan terkait konten. Komen spam, annonymous, maupun berisi link hidup akan dihapus. Centang "Notify Me" agar kalian tahu kalau komennya sudah dibalas, yaa!